Monthly Archives: February 2010

Pengalaman di Ujung November

masjid sederhana di mpinggir pantai sumbawa

masjid sederhana di pinggir pantai sumbawa

Sungguh menyejukkan bahwa jauh di pelosok itu, masih ada rumah Allah tempat membesarkan namaNya, kendati sederhana..sangat sederhana. Setelah melakukan perjalanan dari Dompu, saya mendapati sebuah desa pinggir pantai yang kering. Sebetulnya jarak Dompu–Kilo tidak terlalu jauh tapi karena jalan yang sangat parah maka perjalanan menjadi sangat lambat.

Transportasi umum yang melayani rute Dompu-Kilo hanya bis dengan trayek sehari sekali. Tentu saja dengan barang bawaan full capacity.

angkutan dompu-kilo

angkutan dompu-kilo

Sesampainya di Dusun Enca Kecamatan kilo, kita akan menemukan pemandangan indah pantai. Berhadap-hadapan dengan sebuah pemukiman miskin. Ladang gersang karena penggundulan oleh masyarakat, masyarakat hanya mengandalkan dari bertani musiman dan memancing di laut.

kesederhanaan masyarakat pantai

kesederhanaan masyarakat pantai

Kesederhanaan yang mengiris hati di tengah kabar bahwa daerah tersebut menyimpan kekayaan laut dan tambang emas..dimanakah keadilan. Sebuah desa (desa Enca=hantu) di Kecamatan Kilo Dompu. Desa penuh hantu…hantu kemiskinan.

kemiskinan itu

full capacity, bis dompu-kilo, sehari sekali

gubuk nelayan

nampang di bukit pantai saleh

nampang di bukit pantai saleh

Advertisements

Perjalanan ke Dompu

lurus ke bima, kanan ke...

lurus ke bima..belok kiri alun-alun dompu, suasana kota Dompu yang sepi, kota ini hanya rame sekitar ashar sampai isya. Sekitar 2 hari sebelum gempa

kantor bupati dompu

kantor bupati dompu

jualan uli

makan uli + tape ketan pagi-pagi, dekat tugu dompu banyak ibu-ibu penjual penganan yang ga biasa..hwaduh sempat sakit maag tuh

Waduk Darma

waduk darma kuningan

waduk darma kuningan

Saya termasuk terlambat mengetahui bagaimana view laut, kalo ga salah waktu kelas 3 SMP pertama kali liat laut, laut Karang Bolong dan Pantai Carita. Tapi sudah sejak kecil saya mengenal view mirip laut, yaa Waduk Darma. Tidak seperti situ di daerah kabupaten Bandung yang berwarna hijau, Waduk Darma nampak biru seperti laut. Tempat yang sungguh indah untuk dijadikan tempat berlibur. Keluarga dari ayahku, kakek dan kakek buyutku tinggal Desa Jagara (mungkin karena namanya mirip dengan Sagara) desa yang langsung bertemu dengan bibir Waduk. Di masa kecil saya sering diajak kakek (saya memanggilnya Abah) mancing atau mencari hurang.

Waduk ini menempati area yang sangat luas, mengairi area persawahan yang sangat luas, bahkan sebagian airnya dikirim ke Cirebon untuk mengairi perkebunan tebu disana. Waktu usia 15 tahunan, suka naik rakit (ga izin dulu tentunya, karena kalo izin ga akan dikasih hehe) kami naik rakit dengan kayuh pake tangan ke Nusa Sireum, sebuah pulau kecil di waduk darma. Wah..pengalaman yang menyenangkan ketika nyampe ke nusa sireum. Juga mampir ke karamba-karamba yang memelihara ikan mas. Kalau kita mancing disini, ikan-ikan akan nyangkut dengan cepat, pengalaman mancing yang mengasyikkan kayaknya kalo ada modal saya bisa masuk mancing Mania wkwkwkw.

Akan sangat menyenangkan berlibur ke tempat ini, apalagi kalo kita juga berkunjung ke Darmaloka tidak jauh dari Waduk Darma.

kolam tempat kancra dewa

darmaloka-kolam tempat ikan kancra dewa

Di Darmaloka, kesejukan langsung menembus kulit dengan pohon-pohon besar tempat mata air bermula, mengairi daerah desa saya, Kertawirama.

kancra dewa

kancra dewa

Curug Bangkong

Salah satu kekayaan penting desa Kertawirama adalah Curug Bangkong. Daerah yang potensial untuk dijadikan tempat wisata. memang ada resiko negatif ketika suatu objek dijadikan tempat wisata, ada efek-efek ekonomi (yang cendrung menipu)..pedagang di daerah tempat wisata biasanya menjual dengan harga yang di mark up, selain infiltrasi budaya luar.

Adakah cara lain memnfaatkan potensi alam ini? ada..yakni memanfaatkan dalam sebuah model wisata kampung, memperkenalkan kearifan lokal kepada penduduk kota atau wisatawan.

ilustrasi yg mirip curug bangkong

ilustrasi yang mirip curug bangkong

masuk ke daerah curug ini cukup mudah..kalo anda sudah berwisata ke Waduk Darma, ke arah Cirebon kurang lebih 1 km maka kita akan menemukan gapura Desa Kertawirama. Disana ada papan penunjuk jalan ke arah Curug.

Dulu, ketika saya mengunjungi tempat ini..tempatnya masih berada diantara kebun-kebun masyarakat. Cukup sepi…dan belum ada pengaman yang memadai, karena disarankan tidak berenang di bawah air terjunnya..ada cerukan yang dalam, kabarnya beberapa orang sempat tenggelam disini, kita dapat bermain-main di sungainya, selain dangkal juga banyak batuan, sehingga cukup aman kalau mau bermain air.

Sangat menyenangkan jika kita jalan-jalan bersama keluarga dan makan timbel disana di atas tikar..wuih nikmat sangaaaat.

Mengenang Kakekku (alm)

Teringat kepuluhan tahun yang lalu, kakek dari ibuku di Kuningan, nama beliau KH Shobaruddin, beliau meninggal tahun 1992 waktu itu saya masih kuliah. Kakekku adalah sosok yang teguh, lucu begitu berwibawa dihadapan cucu-cucunya, termasuk saya. Bisa dihitung jari, berapa kali saya secara khusus mengobrol.

Masa yang paling terkenang adalah ketika saya masih berumur 10 tahunan, kakekku menggendongku di punggungnya menuju sawah garapan beliau.

pesawahan

pesawahan

Asyik, inilah saat-saat kecintaanku terhadap tanah kelahiran ditanamkan. Betapa bangganya aku dengan kenyataan bahwa aku lehir dan sempat besar disana sebelum hijrah ke Bandung.

Kakekku asli lulusan pesantren, di kamar dan di ‘para’ banyak ditemukan kitab-kitab dari yang tipis sampai kitab besar-besar, nampaknya kakekku seorang yang doyan baca. Beliau berharap kalau anak cucunya ada yang meneruskan menjadi kyai, makanya beliau sungguh bangga dengan bapakku yang lulusan pesantren Gunung Puyuh itu, sebuah pesantren legendaris binaan KH Ahmad Sanusi PUI.

Alhamdulillah selalu saja ada anak keturunannnya yang berminat nyantri, sehingga keluarga besarnya dikenal sebagai keluarga santri.

saung

saung

Terkenang saat-saat menjelang zuhur mengantar nenekku menghantarkan makan siang untuk kakekku dan pekerja lain ke saung di tengah sawah. Saya ingat salah satunya yang punya pemandangan bagus yaitu daerah Cinangsi. Waah sungguh kenangan yang menyejukkan bersama kakek dan nenekku almarhum. Ya Allah…masukkan mereka dalam kebahagiannya surgamu..se hobbi mereka pada kebun-kebun yang rindang.

“NU harus bentuk pengurus di Masjid”

Jum’at, 19 Feb 2010

Harian Republika hari ini menurunkan tulisan tentang usul Mashdar F. Mash’udi (kandidat Ketua PBNU) bahwa “kalau membangun NU menjadi kuat, NU harus membangun kepengurusan , tidak hanya di wilayah dan cabang, tapi juga di masjid.” Pikiran ini sampai disini memang biasa-biasa saja, tetapi kelanjutannya dia mengatakan,”Jadi nanti ada masjid NU, masjid Muhamadiyah dan masjid Persis, umat Islam satu itu hanya fatamorgana….”

Alih-alih menyerukan agar terjadi persatuan umat dengan menghilangkan masjid label, mashdar malah mengusulkan labelisasi masjid menjadi lebih rigid. Ini merupakan pemikiran yang menghawatirkan dari ulama-ulama kita. Mereka tidak berusaha menjadi pengayom seluruh umat tetapi malah menjadi pengobar primordialisme. Pemikiran ini mungkin diawali oleh kekhawatiran semakin menyusutnya aktivis NU di masjid-masjid, anak-anak muda NU lebih suka nangkring di lembaga-lembaga pemikiran bebas dan kampus yang dianggap tidak mengkerangkeng pemikiran bahkan cenderung membebaskan dari kurungan akhlak dan etika. Sebagai tipikal NU mereka membatasi umat dengan pagar-pagar ASWAJA. Seakan orang-orang yang berbeda maka mereka adalah umat diluar pagar.

NU

NU

Harapan agar umat ini menjadi ummatan waahidah nampaknya akan jauh panggang dari api, kecuali apabila kekuatan-kekuatan bijak di tubuh NU akan lebih mengemuka. Agenda NU ke depan bukanlah membuat barrier-barrier agar umat terbebas dari pengaruh luar, tetapi agenda utamanya adalah bagaimana cara supaya umat NU menjadi semakin tercerahkan sehingga akan membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan karena ilmu dan pendidikannya yang se3makin meningkat. Allohu A’lam.

Pesta Duren

Hari Sabtu malam ini agak berbeda, Mang Oded nraktir kita duren buanyak banget sampai puyeng..

Tempatnya di jalan Rajawali, pokoknya malam ini ga biasanya, kalo makan duren kan biasanya maksimal 1 biji seorang..lah yang ini..mmmh nyam-nyam..

pesta duren

pesta duren