Cipatujah

laut cipatujah

laut cipatujah

Selasa-Rabu 2 februari adalah kali ketiga saya berkunjung ke Cipatujah dalam rangka survey Nature Research, totalnya sih 6 kali, di tahun 2000,2006 dan sekarang 2010. Tiga kali kesana, tiga kali juga berganti jagawana di konservasi penyu. Almarhum Pak Hobir, Pak Dedi dan sekarang Pak Fulan…(belum sempet tanya namanya)

Kalau kita rutin datang ke suatu tempat dengan durasi tertentu maka ketauanlah betapa terstrukturnya kerusakan biota pantai kita, atas nama pembangunan dan ekonomi. Pantai Cipatujah (tepatnya sindangkerta) dulu masih memiliki biota yang bagus, masih sempat lihat anemon laut di pantai yang terendam air, jangan ditanya biota yang lain..masih lengkap..rumput lautnya masih terhampar hijau menutupi karang.

Tapi sekarang? biota tersisa cuma bintang ular (yang merupakan tanda bahwa karang sudah rusak) bahkan bagian istimewa tempat ini yakni penangkaran penyu sekarang jadi terbengkalai. Baik tempat penangkarannya atau perhatian terhadap penyunya…memprihatinkan..

Waktu musim bertelur..telur-telur hewan langka ini malah dijadikan bancakan jagawana dan warga dengan alasan ‘jatah predator’ (ya kita predatornya). Apa tindakan kita untuk membangkitkan kembali konservasi pantai laut selatan? Jangan sampai anak cucu kita tidak pernah tahu wajah dan bentuk tukik dan penyu hijau

tukik tersisa

nasib mengenaskan sang hewan purba

“Hadirin, mari kita pikirkan masa depan alam ini, jangan sekali-kali merusak tumbuhan atau hewan tanpa keperluan” karena itu ada hubungannya dengan masa depan wawasan anak-anak kita. mari jaga bumi!

<cipatujah, 2 Feb wisma pemda>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s