Kali Code

Saya perkirakan cukup banyak orang yang mengenal istilah kalicode, ya benar dia adalah cerita tentang sebuah kampung kumuh (hanya satu RW) yang akan digusur karena akan diubah menjadi hutan kota. Pemerintah kota melihat inilah cara untuk menciptakan ruang terbuka hijau di perkotaan sekalian menggusur wajah kemiskinan yang ‘mengganggu’ wajah pariwisata Yogyakarta.

Singkat cerita, penggusuran dibatalkan karena pihak desa atas prakarsa Romo mangun bergotong royong menyulap desa di bantasan kali code menjadi sebuah kampung sederhana yang tertata rapi dan nyeni…

Selain indah, ternyata keindahan juga ditunjukkan oleh karakter warga yang membaik, menjadi lebih disiplin, bersih dan suasana keakraban yang menggugah. Kesederhanaan tersebut malah menjadi objek wisata dan referensi arsitektural yang menarik.

Inspirasi ini barangkali juga dapat ditularkan di kota-kota kumuh atau desa-desa kumuh di desa-desa. Sentuhan kebudayaan dan seni (sebagai bagian didalamnya) akan membuat keadaan menjadi semakin baik. Kearifan lokal itu indah, perhatikan saja Kampung Naga daerah Salawu Tasikmalaya. Sederhana tapi indah…..

Bukankah wajah daerah kumuh di kota Bandung juga bisa di kalicode kan? Perlu terobosan dari pemerintah kota/kabupaten ketika mereka mau mengembangkan pembangunan. Penataan tidak harus berarti menggusur yang miskin bukan?

<bandung,8feb2010>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s