‘Keengganan’ yang diselimuti ‘kesibukan’

Ada fenomena unik dalam kehidupan berjama’ah atau berorganisasi. ketika kita menemukan sekumpulan orang yang telah dianggap ‘mapan’, ‘senior’, atau ‘anggota inti’ yang dengan embel-embel nama tersebut seharusnya menggambarkan kesiapan seseorang untuk mendapatkan amanah yang cukup berat dari organisasi tanpa banyak cing cong karena kefahamannya terhadap tujuan dari tugas itu ditaklifkan. Mereka, yang disebut anggota inti ini pantang untuk menjawab ‘tidak mau!’, atau ‘males ah’ dan sejenisnya karena jawaban seperti ini akan menurunkan kredibilitas mereka sebagai ‘anggota inti’, tapi keintian mereka menyebabkan model jawaban mereka berbeda: “maaf kawan, saya lagi sangat sibuk makanya saya mungkin tidak bisa menjalankan kewajiban itu”, atau ada jawaban yang lebih nyinyir ” saya kira kegiatan seperti itu kurang begitu penting, seharusnya kegiatan seperti ini dilaksanakan bla..bla..bala” padahal maksudnya adalah “maaf kawan, gua lagi males”.
Apa kiranya yang meyebabkan masalah ini terjadi? ada satu saja KADAR KEIMANAN. Kamu tidak akan mendapatkan jawaban ngeles pada diri para shahabat Rasul yang sholeh itu kecuali pada orang-orang yang disimpulkan Rasul sebagai orang munafik. Masya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s