Pengalaman di Ujung November

masjid sederhana di mpinggir pantai sumbawa

masjid sederhana di pinggir pantai sumbawa

Sungguh menyejukkan bahwa jauh di pelosok itu, masih ada rumah Allah tempat membesarkan namaNya, kendati sederhana..sangat sederhana. Setelah melakukan perjalanan dari Dompu, saya mendapati sebuah desa pinggir pantai yang kering. Sebetulnya jarak Dompu–Kilo tidak terlalu jauh tapi karena jalan yang sangat parah maka perjalanan menjadi sangat lambat.

Transportasi umum yang melayani rute Dompu-Kilo hanya bis dengan trayek sehari sekali. Tentu saja dengan barang bawaan full capacity.

angkutan dompu-kilo

angkutan dompu-kilo

Sesampainya di Dusun Enca Kecamatan kilo, kita akan menemukan pemandangan indah pantai. Berhadap-hadapan dengan sebuah pemukiman miskin. Ladang gersang karena penggundulan oleh masyarakat, masyarakat hanya mengandalkan dari bertani musiman dan memancing di laut.

kesederhanaan masyarakat pantai

kesederhanaan masyarakat pantai

Kesederhanaan yang mengiris hati di tengah kabar bahwa daerah tersebut menyimpan kekayaan laut dan tambang emas..dimanakah keadilan. Sebuah desa (desa Enca=hantu) di Kecamatan Kilo Dompu. Desa penuh hantu…hantu kemiskinan.

kemiskinan itu

full capacity, bis dompu-kilo, sehari sekali

gubuk nelayan

nampang di bukit pantai saleh

nampang di bukit pantai saleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s