Daily Archives: March 5, 2010

Gairah Ber-travelling

kalo ada novel yang begitu menyemangati dan menulari, maka itu adalah kumpulan tulisan Gola Gong “Balada Si Roy”..hmm dulu waktu ceritanya tayang di Majalah Hai ga sempet baca secara runut karena dapet Hai nya juga jarang-jarang. Tapi sekarang..waktu nemu ceritanya bisa didownload di 4shared, wah ingat lagi deh ke jaman-jaman dulu.

bsr

bsr

Setelah dibaca lagi buku ini tetap asyik..walau baru nyadar akhir-akhir ini kalo kebiasaan Roy banyak yang buruknya (konon Gong sampai terpaksa mengakhiri kisah Balada Si Roy karena khawatir dengan pengaruh buruknya), tapi untungnya yang membekas buat saya adalah hobi travellingnya (atau avonturir untuk istilah yang lebih nekatnya)

Sebetulnya gairah berkunjung-kunjung muncul karena dulu waktu kecil, bapak saya kerjanya pindah-pindah dari satu proyek ke proyek yang lain, sehingga kalo kita berkunjung maka terjadilah petualangan yang tidak disengaja. Hingga kini hobi ga rubah-rubah, ya pergi-pergian itu. Sekarang sih agak terbatas karena harus lebih banyak perhatian sama keluarga dan juga karena ga ada dana khusus untuk itu. Tapi paling tidak, saya masih tetap ikut berpetualang lewat cerita-cerita petualangan dari buku para backpacker ini..utamanya Balada Si Roy.

Advertisements

Berpuisilah

Bersajaklah engkau

Berpuisilah engkau

karena sajak dan puisimu menguatkan hati

Bersastralah engkau

karena sastramu memberanikan hati-hati kami

yang penakut

Teman-temanmu itu telah menjadi kering dari puisi, sajak dan sastra

mereka menjadi bengis tak terperi

gedung-gedung mereka pecahkan kacanya

orang lemah mereka timpuki hingga berdarah

mereka sudah terlalu gersang

maka bacakan sajak dan sastramu itu…kawan

[mifkho 2010]

Ekonomi Pro Rakyat

Menurut Burhanudin Abdullah, mantan gubernur BI, pendekatan konvensional system perbankanyang digunakan selama ini ternyata tidak mampu mengatasi problem kemiskinan di Indonesia. Ya, kita bisa merasakan bawa perbankan sangat enggan bersentuhan dengan masyarakat miskin –dalam bentuk pemberian kredit atau menampung tabungannya—karena dianggap uang recehan yang hanya merepotkan sementara uang yang berputar sangat sedikit, tidak cukup untuk membayari teller-teller yang cantik itu. Merujuk pada model yang telah dikembangkan oleh Muhamad Yunus dengan Grameen Banknya Nampak perlu sebuah pelembagaan lembaga micro finance dimana pra syarat yang harus dimiliki adalah sebagai berikut:

  1. Komitmen Keperpihakan terhadap rakyat miskin. Karenanya perbankan harus mengeliminir hambatan—yang selama ini menghalangi rakyat miskin mengakses perbankan—yaitu keharusan menyediakan agunan (rata-rata mereka tidak memiliki asset untuk diagunkan), hambatan kedua adalah birokrasi perbankan yang berbelit-belit sangat tidak akrab dengan rakyat miskin yang rata-rata juga rendah pendidikannya. Salah satu cara yang harus diambil adalah pendekatan yang digunakan dalam berhubungan dengan nasabahnya lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan ketimbang pendekatan bisnis formal.
BAS Purwokerto

BAS Purwokerto

  1. Harus memberikan kepercayaan yang tinggi terhadap nasabah, agar tidak berkesan serampangan maka perlu usaha untuk membangun komunitas yang didalamnya tumbuh rasa percaya, setelah tahap ini terbangun maka hubungan bisnis akan terbangun sikap saling percaya. Dalam sebuah hubungan yang sudah saling percaya maka agunan sudah tidak diperlukan lagi.
  2. Sikap melayani dengan mendatangi nasabah, melayani dengan penuh kesabaran dan proses yang cepat dalam penyaluran dananya.

Karakter-karakter diatas nampaknya sering kita dapatkan pada para ‘pelepas uang’ atau bank plecit istilah sederhana untuk rentenir, hanya saja bank plecit suka memberikan bunga yang sangat tinggi. Pendekatan yang lebih ‘ramah’ terhadap masyarakat miskin dalam hal perbankan ini akan meningkatkan peran perbankan dalam mengurangi angka kemiskinan di masyarakat.

Kebijakan Ekonomi Pro-Rakyat (sekarang ini pemerintahan SBY lebih cenderung dengan kebijakan pro-pasar) yang berlandaskan system ekonomi kerakyatan merupakan sebuah kebijakan alternative untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan ekonomi. Kebijakan ini berlandaskan pada asas kekeluargaan, kedaulatan rakyat, kerjasama dan keberpihakan yang sungguh-sungguh pada rakyat yang lemah. Jika pelaku ekonomi lemah dibiarkan bersaing bebas dengan pelaku ekonomi yang sudah kuat sama saja dengan menjerumuskan pelaku ekonomi lemah pada jurang kekalahan dan kemiskinan.

Ciri utama system ekonomi kerakyatan adalah kebersamaan dalam menjalankan proses produksi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dikerjakan oleh sebagian  besar rakyat, dipimpin oleh perwakilan rakyat dan dimiliki oleh seluruh rakyat secara merata. Kelembagaan yang identik dengan system ini adalah lembaga Koperasi. Maka proses penguatan terhadap koperasi akan menyebabkan penguatan kepada ekonomi rakyat. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 sebelum diamandemen, semestinya system ekonomi kerakyatan ini menjadi landasan dalam setiap perumusan strategi pembangunan dan penetapan kebijakan ekonomi di Indonesia. Penerapan system tersebut harus memberikan prioritas untuk memberdayakan ekonomi rakyat yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Koperasi adalah garda terdepan dalam meningkatkan perekonomian melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melihat pada mayoritas anggota yang terlibat dan jenis usaha yang dijalankan. Secara garis besar terdapat tiga kebijakan yang dibutuhkan dalam pemberdayaan UMKM.

  1. Menciptakan iklim usaha kondusif bagi UMKM sehingga mampu mendorong pengembangan UMKM secara mandiri dan berkelanjutan.
industri genteng

industri genteng

  1. Mendorong terbentuknya lembaga keuangan yang mampu memobilisasi dana masyarakat sekaligus menyalurkannya dalam bentuk pembiayaan kegiatan usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh UMKM.
  2. Menyediakan bantuan teknis dan pendampingan secara manajerial guna meningkatkan status usaha UMKM agar layak mendapatkan fasilitas kredit dalam jangka panjang.

Strategi lain adalah strategi pengembangan kawasan agar ketimpangan ekonomi dapat diminimalisir. Model pengembangan kawasan bisa dilakukan dengan berbasis anggota koperasi.

Kesimpulan:

Dalam pengembangan strategi penanggulangan kemiskinan ada tiga hal yang harus diperhatikan:

  1. Mengembangkan kelembagaan koperasi sebagai lembaga penyalur kredit untuk UMKM
  2. Advokasi terhadap UMKM agar lebih mandiri dan berdaya
  3. Merencanakan suatu strategi pengembangan kawasan berbasis anggota koperasi.

Sumber: Kebijakan Pro Rakyat, Fahmy Radhi

Mosab: Kisah anak yang berkhianat

Ada berita menggegerkan dari Hamas Palestina: “satu orang anak pendiri Hammas yaitu Mosab Hassan Yousef telah menjadi agen shin bet, disinyalir menjadi penyebab kematian pimpinan Hamas Mahmud Al Mabhuh, murtad dari agama islam, dan yang lebih parah menyebut teroris terbesar adalah tuhan. Luar biasa! Ayahnya seorang aktivis, anaknya jadi bandit pengkhianat. Memang, hal ini bukan hal yang baru, karena bahkan seorang Nabi Nuh pun anaknya jadi pengkhianat dan durhaka.

mosab: sang pengkhianat

mosab: sang pengkhianat

Mosab begitu menggegerkan ketika dalam bukunya, “Son of Hamas: A Gripping Account on Terror, Betrayal, Political Intrigue and Unthinkable Choices.” begitu mencerca perjuangan Hamas yang notabene merupakan organisasi perlawanan yang ikut  didirikan ayahnya. Seorang anak kader, selama satu dekade lebih bergabung dengan Dinas Intelligen Israel, Shin Bet sebelum memutuskan berhenti pada 2007. Mosab melancarkan kritikan yang tajam pada Khalid Meshaal, pemimpin Hamas, dan memiliki proyek pribadi mendongkel Khalid. Mosad bahkan butuh menjadi murtad dan kafir atas tindakannya itu. Sebagai ayah, kita pasti dapat meraba bagaimana perihnya perasaan Sheikh Hassan Yousef tentang anaknya ini.

Ada bahan yang harus menjadi renungan kita, bahwa keimanan memang tidak dapat diwariskan, tetapi sesungguhnya orang tua paling bertanggung jawab mengawal agar anaknya tetap berada dalam lingkungan keshalihan. Di palestina tentu kondisinya sangat lain, israel dan jaringannya tentu saja akan mencari-cari celah untuk menyelusupkan cakarnya pada jantung kaum muslimin.

Disini kita harus waspada bahwa kesibukan seorang ayah dalam mengemban dakwah tidak boleh menyebab kita terlupa akan pentingnya mengawal pendidikan anak, terus menjaga agar tidak terinfiltrasi pengaruh-pengaruh keburukan yang pasti akan menerjang lebih dahsyat terhadap keluarga dakwah sebagai bentuk ujian.

Mari kita berintrospeksi, bahwa sesungguhnya dakwah itu harus dimulai dari Ishlahul fardi terus membina keluarga menjadi keluarga sebaik-baiknya. Dari sinilah kita berangkat menjadi keluarga Haroki, yang secara bersama-sama berdakwah bahu membahu. Ayah menasihati anak istri, anak menjadi penyeimbang keluarga dan seterusnya. Semoga Allah melindungi.

hassan yousef: sang ayah

hassan yousef: sang ayah

Sebuah bahan renungan bagi kita yang mengazzamkan diri menjadi da’i, bahwa ternyata keberhasilan dakwah kita juga diukur dengan bagaimanakah cara kita mengestafetkan tongkah dakwah ini kepada anak keturunan kita, bukan hanya pada mutarobi dan mad’u kita. Karena anak-anak adalah mutarobbi kita yang pertama kali.

Selain itu jamaah dakwah harus senantiasa memperhatikan a’dhonya secara menyeluruh, memutaba’ah (mengevaluasi) perkembangan kadernya bukan hanya pada sisi pelaksanaan tugas-tugas dan kualitas ibadahnya tetapi juga pada kondisi keluarganya, karena kita sedang membangun sebuah peradaban yang besar, yang membutuhkan bantuan seluruh tenaga yang tersedia. Allahu a’lam