Konservasi di Kuningan

Bandung, 24 Mei 2010

Setelah sekitar 10 tahun mendampingi kegiatan siswa Mifkho dalam acara Nature Research (NR) atau Pesantren Sains yang rutin diadakan keliling kota atau desa, kepedulian saya dengan konservasi cukup tinggi juga lho. Masih ingat tahun 2002 waktu bersama anak-anak Konus mendampingi  siswa melakukan vegetasi hutan di Gunung Tilu (yang sekarang terkena longsor dahsyat). Selain, tentu saja hobi camping yang dijalani sejak di remaja masjid dulu.

Kepedulian terhadap konservasi ini menumbuhkan rasa senang waktu denger Kuningan aka melaksanakan Pilot Project Konservasi. Menarik sekali pernyataan Bupati Kuningan, Aang Hamid yang mengatakan,”Saya berprinsip, jangan meninggalkan air mata (untuk generasi mendatang), tapi lebih baik meninggalkan mata  air”.  Ya, selain bermakna menjaga kelestarian alam sebagai sumber penghidupan kita, konservasi juga adalah gambaran kepedulian kita terhadap generasi yang akan dating. Rencananya di Kuningan juga akan dikembangkan kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan (dimana ya? Hehe perasaan belum pernah kesana ya..).

Yang saya tahu, Kuningan adalah daerah yang banyak memiliki mata air, otomatis menyebabkan kawasan hutan akan lebih mudah dikembangkan. Hubungan terbaliknya, hutan disana sangat perlu dipelihara agar mata air disana terpelihara. Pemerintah Kuningan harus mulai memperjelas rencana pembangunannya kearah agro yang menjadi keunggulan komparatif disbanding tempat lain. Tidak usahlah Kuningan membangun banyak mall dan took seperti kebijakan walikota Bandung. Jadi arahnya jelas, masyarakat Kuningan akan menjadi masyarakat yang agraris, tetapi agraris yang kaya. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan penguatan kelembagaan, selain kelembagaan pemerintah, memperkuat koperasi sebagai lembaga penghimpun hasil bumi juga harus diatur, agar pertanian tidak lagi jatuh ke masyarakat non pri yang kepedulian kepada masyarakatnya sungguh sangat kurang. Pemasaran sebenarnya bukan masalah buat Kuningan, karena letaknya yang dekkat dengan pelabuhan di Cirebon , atau jalan tol lintas utara yang menjadi urat nadi perekonomian sekarang. Jadi ..go go Kuningan! Be the best!

Sebagai kota yang belum terlalu ramai, Kuningan harus membuat rencana strategis pengembangan wilayahnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, pengembangan sarana prasarana jalan yang menunjang pengedaran hasil produksi agro, pengembangan kawasan perumahan yang sesuai dengan kontur geografis Kuningan yang berbukit-bukit, dan pengawasan terhadap pengembangan produk pertanian dan pembukaan lahannya. Jika tidak diperhatikan secara seksama, pembangunan yang tidak teratur dan sporadic akan merugikan untuk jangka panjang, karena perkembangan kawasan yang tidak terencana akan menimbulkan masalah yang besar di kemudian hari. Keseimbangan pembangunan di daerah-daerah Kuningan harus merata agar tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat yang akan mengancam pembangunan. Mudah-mudahan Kuningan telah melangkah ke arah yang benar.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s