Kebiasaan Membaca dan Menulis

“Awali setiap subuhmu dengan menulis/mencatat karena dengan begitu membuatmu menjadi penulis.” ::Gerald Brenan

Luar biasa, ketika menelusuri blog-blog yang berisi resensi buku, untuk blogspot saja ada bukuygkubaca, akubuku, resensor dan lain-lain. Syukurlah ternyata para pembaca itu masih ada. Berarti kemajuan yang akan didapatkan negeri ini bukan mimpi.

Mejadi penulis (otomatis menjadi pembaca) adalah sebuah aktivitas yang akan membangkitkan kemajuan, semuanya dimulai dari pikiran. Para penggerak peradaban menyerukan semangat juang melalui tulisan. Rasyid Ridha atau Jamaludin al Afghani juga menebarkan fikiran lewat tulisan. Hasan al Bana membuat rosa’il untuk menyusun agenda perjuangan. Begitu juga dengan Muhamad Iqbal, Gandhi dan lainnya pejuang.

Mengawali hari dengan aktivitas menulis merupakan tantangan yang menggoda. Membiasakan diri mengemukakan pikiran menyebabkan kita harus mampu memformulasikan pikiran sebelum dinarasikan dalam tulisan. Otomatis kita harus memiliki pengalaman membaca. Membaca yang mencerna. Tapi bagaimana caranya kita memiliki tulisan yang menggerakkan? Itu adalah proses selanjutnya setelah kita terbiasa menulis, menulis yang menggerakkan adalah apabila kita mendalami dan mengerjakan tulisan dari dunia gerak. Atau kita memang sedang menuliskan gerakan kita yang pasti kita telah menjiwainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s