Monthly Archives: May 2011

Sekolah di Negeri Kita

Dalam sebuah perbincangan di Jum’at kemarin, dengan Pak Runjai yang mantan Kepala Sekolah Mifkho (sekarang jadi Kepsek MA Salman di Cirebon) dan Pak Eko, juragan kelinci yang lulusan ITB. Inti perbincangan tersebut adalah “Sekolahan kita yang dikelola pemerintah ini ga ada isinya” kata Pak Eko dengan lugas. Ketika saya koreksi ‘mungkin kurang berbobot pak?’, “Bukan, tapi ngga ada isinya” tukas Pak Eko tegas. Anak-anak sekolahan kita masih butuh bimbel untuk masuk perguruan tinggi, berarti sekolah kita ga ada apa-apanya. Mau dikuatin di akademik ga kuat, di agama juga ga kuat, di keterampilan ga kemana-mana.

Ketika novel “Laskar Pelangi’ mencetak box office, bukannya jadi bahan introspeksi terhadap kondisi pendidikan, malah melahirkan kesimpulan, tuh kaaan dalam segala keterbatasan, pendidikan kita bisa menghasilkan orang-orang hebat. Pfuiiih…

Sebagai salah satu pelaku di dunia pendidikan, saya pun merasakan carut marutnya pendidikan kita. (walaupun ga ada uangnya) dengan gagah kami tetap berusaha mempertahankan sekolah kecil kami, untuk menantang segala carut marut tersebut. Kami berpikir, sungguh hal kecil yang kami lakukan dengan menyelenggarakan SMAIT Mifkho cukup memberi arti bahwa ada titik cerah dalam kusamnya nasib pendidikan kita. Kenapa? karena kami masih bisa menyelenggarakan pendidikan yang mendewasakan, memperkaya jiwa dan pikiran anak, walaupun mungkin orang tua siswa yang menitipkan anaknya di sekolah kami adalah orang-orang tua anomali yang berani menantang arus. Betapa tidak? Dengan sarana yang sangat terbatas bahkan mereka tetap mempercayai kami, bahkan al Irsyad percaya untuk minta dibuatkan sistem sekolahnya yang di Karawang kepada kami, bahkan Bu Ledia Hanifa yang anggota dewan itu, mengarahkan teman-teman Malaysia-nya untuk study banding ke sekolah kami.

the inspiring school-mifkho

the inspiring school-mifkho

Keunikan Sekolah Kami

Mungkin tidak bisa dikatakan unik kalau anda pemikir pendidikan yang memanusiakan, tapi ditengah ngga jelasnya kurikulum sekolah-sekolah kita, banyak hal unik yang dikandungnya (setidaknya menurut para penjabat diknas). Kami memadukan kurikulum dengan cara didik yang efisien. Beberapa materi pelajaran yang tidak relevan buah apakah dipertahankan? kami coret itu semua, kami buat kurikulum keterpaduan, yang memadukan nilai-nilai agama (moral dan etika) dengan nilai sains dan kepemimpinan. Tidak lupa kami masukkan pelajaran kewirausahaan yang diam-diam jadi kredo di sekolah kami.

Kegiatan Nature Research membuat siswa gape membuat penelitian sains di alam sekalian dengan membuat laporan dan presentasinya. Pesantren Sains telah mengasah jiwa wirausaha sekalian menempa ruhani mereka, Studi Lapangan dan Sarasehan menyebabkan mereka dapat belajar langsung dari ahlinya, mereka melihat bahwa guru dapat menjadi fasilitator yang baik buat mereka. Menanamkan nasionalisme dan jiwa heroik mereka dapatkan di The Journey to Freedom di hari kemerdekaan Indonesia. Dan dalam kesehariannya, para guru dapat dijadikan partner dalam mendalami ilmu, karena mereka masih cukup banyak memiliki waktu untuk anak-anak.

belajar di sungai Bali Gede

belajar di sungai Bali Gede Cianjur

“Kami menyiapkan sekolah untuk anak-anak, bukan menyiapkan anak-anak untuk sekolah”, sekolahlah yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan perkembangan akal, jiwa dan aktivitas anak. Sehingga mereka diberi kesempatan untuk tumbuh matang sesuai dengan bakat, muyul kecenderungan, dan kemampuan mereka.

Yup, kita harus melakukan perubahan itu. Harus melakukan antitesa terhadap kondisi mapan pendidikan Indonesia yang lebih banyak melahirkan kritik daripada acungan jempol. Sekolah kami telah melahirkan Dani yang sekarang bisnis ekspor kopi luwak, atau Soma yang jadi seniman berbisnis travel, atau Zaki yang membuka apotek (dan bersumpah untuk tidak kembali ke Mifkho sebelum sukses), atau Ana sang arsitek arab yang telah punya dua anak dan lain-lain dengan segala keunikannya. Atau Mutho yang ber-backpacker untuk kuliah di turki tanpa bekal? kami cukup bangga dengan mereka.

tampak muka mifkho

tampak muka mifkho

Advertisements

road to Cineam

image

Selasa, hari itu kebetulan bertepatan dngan hari libur Waisak, saya serombongan pergi berkunjung ke Cineam sebuah kecamatan kecil di kabupaten Tasikmalaya. Dari Bandung perjalanan di tempuh 4 jam dengan kecepatan rata-rata. Sekitar jam 11 kami sampai di sebuah daerah subur penghasil salak. Masuk ke wilayah tersebut ditandai dengan jembatan yang cukup ekstrim, Jembatan Cirahong.

Jembatan ini sebetulnya adalah jembatan kereta api yang dibawahnya digunakan sebagai akses penyebrangan selebar 3,5 meter ( cukup untuk satu mobil) sehingga mobil yang hendak lewat harus bergiliran. Di bawahnya mengalir sungai yang ada jauh di lembah. Bagi penikmat bungee jumping kayaknya tempat ini cukup ekstrim untuk dijadikan stage.
Di Cineam, kita bisa memilih untuk menikmati duren dari pohon, makan salak atau bisa juga mengisi waktu dengan memancing. Suasananya asyik, apalagi kalau kita berbekal tenda. wuiiih. . backpacker style maaaan

Apa hal menarik dari perjalanan ke tempatpelosok kayak gini? Para backpacker biasanya mencari suasana dan pengalaman yang berbeda dari setiap daerah yang dikunjunginya. Sebenarnya, pengalaman baru mengunjungi tempat baru sudah cukup menadi alasan buat orang yang doyan travelling, selalu saja ada suguhan baru melihat eksotisnya wilayah baru yang belum pernah ada dalam kamus kunjungannya. Mengunjungi daerah-daerah pedesaan bisa memberi ksegaran untuk kepenatan yang telah menguasai di hari-hari sibuk kita.

Dari Bandung, jarak Jembatan Cirahong kurang lebih 160 km, sebetulnya daerah kecamatan ini lebih dekat ke Ciamis daripada ke Tasik yang merupakan daerah induk administratifnya. Naik bis akan lebih menyenangkan karena pengalaman perjalanannya akan lebih kaya. Darimanapun anda berangkat, naiklah bis jurusan Tasik. Tasik kota yang cukup besar di Jawa Barat, jadi akan mudah mendapatkan angkutan kesana. Nah setelah nyampe kesana, cari bis 3/4 yang jurusan Cineam. Selamat menempuh perjalanan khas Indonesia, ngetem lama dan ke pelosok. Bertemu dengan terminal super kecil di Cineam, maka perjalanan bisa dijangkau dengan angkot atau dengan ojek. Di Cirahong kita akan menemukan kenangan dan sejarah itu.. gimana?

Batagor Isan

Jum’at kemarin pelajaran kewirausahaan di SMAIT Miftahul Khoir Bandung didiskusikan sebuah tema “Membangun franchise”, ide pun digali dan dicetuskan, membuat franchise jajanan khas anak Bandung, why not? Kan kalo yg asalnya dari Bandung biasanya oke punya?
Maka dengan antusias, diburu lah beberapa sampel batagor dengan rasa yang udah ngeksis di Bandung, mulai batagor isan, darto, jayanti semua dites rasa — ceritanya lagi nyari komposisi ideal batagor untuk dilaunch– obrol punya obrol  ditemukanlah komponen ideal, setelah itu namanya. . ada yang mengusulkan nama gaya orang batagor ipeh, batagor ucup dll. Ada yang usul singkatan manis seperti hanimun, cihuy (perasaan nama- nama ini udah ada deh) simpul punya simpul maka dibuatlah sebuah rencana bisnis (oleh anak-anak, inilah gaya belajar disini). Berhasil atau tidak inilah langkah belajar cukup efektif, belajar memahami dan menyiapkan brand seperti brand batagor isan yang sedang kami nikmati sore ini.

Bandung, the special one

Bandung, selaku memiliki isu yg penting dalam pentas nasional. Apapun yang berasal dari Bandung dari pentas kesenian, budaya, pendidikan dan politik selalu menyedot perhatian. Tentu saja selain Jakarta, karena tidak ada yang bisa dihindarkan dari Jakarta. Sebagai Ibukota, Jakarta sulit menghindar dari objek liputan.

monumen bandung

monumen dari arah taman

Tapi, kalau Bandung berbeda, dalam lintasan sejarah Bandung adalah daerah penting karena banyak orang besar yang memiliki latar belakang kehidupan di Bandung. Sebagai kota eksotis, tentu saja banyak wisatawan yang telah menyempatkan mengunjungi tempoat ini, karenanya isu-isu penting di kota ini akan mendapatkan spokesman yang cukup dari para tokoh terkenal itu. Di dunia keartisan siapa yang tidak kenal Bandung sebagai tempat berangkatnya musisi-musisi berbakat, otomatis ini akan mengangkat keistimewaan Bandung yang penuh romantisme. Belum lagi kulinernya..orang Jakarta mana yang belum pernah memadati Bandung di week end untuk sekedar nyari makanan atau pakaian juga tentunya. Pokoknya Bandung top markotop deh, anda berminat ke Bandung? Silakan. Di peta dunia pun tempat ini gampang ditemukan.

For your info, disini juga anda akan menikmati jalan yang banyak bolongnya. Ngaranna oge Bandung atuh jang!

Metro di ahad pagi

Metro adalah sebutan untuk “lobby” komplek Margayahu Bandung. Di sini kantor MargahayuLand, mungkin perusahaan property paling besar di Kota Bandung, menjadikan Metro sebagai Landskap selamat datang kompleks yang besar ini. Daerah di bilangan jl sukarno hatta ini termasuk tempat yang mengasyikkan untuk merasakan suasana Bandung di pagi hari, untuk jalan-jalan atau wisata kuliner. Pasar kaget di daerah ini tidak membuat jalan sukarno hatta macet karena daerah metro memang cukup luas. jika anda berkesempatan ke bandung daerah timur mungkin daerah ini akan cukup menghibur.