BackPack : (lebih) Mencintai Indonesia

Membaca buku Meraba Indonesia (karya Ahmad Yunus) tentang perjalanan mereka meraba pinggir-pinggir batas wilayah nusantara memakai motor sungguh telah menambahkan raca cinta yang semakin tebal terhadap Indonesia. Betapa orang-orang dan masyarakat yang jauh di batas-batas pulau terluar telah sebegitu ditelantarkan–tapi tetap dituntut untuk mencintai tanah air. Bagaimana kondisi sulitnya transportasi di pulau-pulau tersebut, tentang ketimpangan. Saya pikir, Yunus disini cukup sukses menampilkan wajah eksotis Indonesia. Dampak baiknya .. saya sangat ingin segera ber-backpack sederhana.

meraba

buku meraba Indonesia

Sederhana, karena saya belum bisa sespektakuler Farid Gaban atau Trinity yang memang niat banget, saya cuma ingin merasakan tanah air dengan suasana yang lain. Perasaan yang selalu hadir ketika berkunjung ke tempat-tempat yang baru .. sendirian. Bagaimana suasana Dompu, desa Kilo yang berada di bibir pantai ujung sumbawa sana, atau suasana Bandara Ngurah Rai yang banyak bulenya – orang-orang jauh yang berkelana.  Perasaan perjalanan sendirian (naik travel dg penunpang dua orang) ke Purwokerto, melalui Gombong, Kebumen dan seterusnya cukup menggoda untuk terus berkelana. Ah banyak sekali kenikmatan suasana terpencil itu.

Ransel sudah disiapkan, dana lagi dikumpulkan, kayaknya jangan dilewatkan nih, sekedar menyusuri kota-kota teman lama, atau pelosok-pelosok yang belum terjamah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s