Desa Setara

Jumlah desa di seluruh Indonesia pastinya lebih banyak daripada kota. Karena secara demografis, kota adalah desa yang berkembang baik jumlah penduduknya, kerapatan penduduknya, sampai pendapatan per kapitanya (yang terakhir ini harus ditelaah apa memang betul seperti itu). Secara sadar ataupun tidak, kita sering mengidentikkan keculunan, ketertinggalan dengan desa. Dia orangnya Ndeso .. dengan tujuan mengatakan bahwa dia banyak ketinggalan, dusun. Padahal disisi lain Desa menyimpan keasrian dan keaslian yang kondisi ini merupakan kondisi yang dimiliki oleh kota-kota kecil di Barat sana. Di Eropa atau Amerika Serikat, kota-kota kecil hanya berpenduduk ribuan saja, tidak bising bahkan boleh jadi warga kota akan saling mengenal karena kecilnya. Hijau dan tidak bising.

Jika pembangunan diarahkan menuju westernisasi (diakui atau tidak) maka seharusnya pola yang baik-baik ini harus ikut diadopsi. Manajemen serapi kota, ada dewan kota sebagai lembaga legislasi, pembangunan terencana dan akses informasi yang tidak kedodoran, maka dia akan mewujud menjadi tempat tinggal yang menyenangkan.

desa cisalak subang

desa cisalak subang

Sebagai contoh kasus saya ambil profil sebuah desa yang pernah saya kunjungi, Desa Cisalak Kabupaten Subang. Sebuah desa bisa dikembangkan menjadi wilayah yang tidak ditinggalkan oleh SDMnya, terbengkalai tanpa arah dengan menyiapkan sebuah visi pembangunan yang jelas, pemimpin yang kuat (strong leadership), masyarakat yang kompak akan membawa pada sebuah desa yang maju. Kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa anak-anak desa tertarik pergei ke kota? karena mereka mengharapkan kemajuan dalam sisi pendidikan dan kesejahteraan. Maka logika nya jika kita siapkan sebuah peradaban di desa yang dapat menjangkau harapan-harapan warganya, proses Urbanisasi akan minim.

Secara infrastruktur desa harus dikembangkan sehingga memiliki:

  • Akses jalan yang baik — sehingga arus distribusi produksi desa akan menjadi lancar
  • Pasar — sebagai ikon pertumbuhan ekonomi, selayaknya memberikan pelayanan terhadap seluruh kebutuhan warga.
  • Sekolah — minimal sampai jenjang SMA — dengan kualitas yang baik– agar  layanan pendidikan sampai tingkat menengah atas cukup dipenuhi di desa saja
  • Akses Informasi — media massa harus sampai ke desa, terutama akses internet (yang sehat) agar tidak ada kesenjangan informasi antara masyarakat desa dengan masyarakat kota.

Persyaratan-persyaratan ini jika dipenuhi akan membawa desa menjadi partner setara kota, pembangunan akan berjalan secara berimbang. Ketimpangan antara kota dan desa, Jakarta dengan kota-kota lain, Jawa dengan pulau yang lain, daerah yang dekat dengan pusat kota atau daerah perbatasan akan berlomba menjadi mitra yang sejajar.

Cisalak, sebuah desa di Kabupaten Subang termasuk diantara desa yang memiliki modal menuju desa setara. Sebuah desa yang memiliki kondisi geografis mendukung untuk dikembangkan bisnis agro dengan pembaikan disana sini. Desa ini hanya 1,5 jam dijangkau dengan kendaraan dari kota Bandung. Jika kita naik kendaraan umum dari terminal Ledeng Bandung ke Subang kita akan dihantarkan sampai jalan Cagak yang merupakan persimpangan arah ke Subang kota dengan perkebunan teh. Cisalak cukup terkenal karena menjadi tempat produksi air Aqua — seharusnya bahkan CSR bisa didapatkan  desa Cisalak dari perusahaan besar ini.

Begitulah dengan rancangan diatas, sebuah desa akan tumbuh menjadi lebih baik, khusus tentang Desa Cisalaknya kita bahas lain kali ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s